Bupati Eka Putra Apresiasi Kemenbud Gelar Sabudaya di Batusangkar

×

Bupati Eka Putra Apresiasi Kemenbud Gelar Sabudaya di Batusangkar

Bagikan berita
Sabudaya dibuka dengan pukul gendang bersama, Bupati Eka Putra, Ketua DPRD Anton Yondra, Direktur Sejarah dan Pemuseuman Kemenbud Agus Mulyana, Kadis Kebudayaan Sumbar Jefrinal Arifin, Forkopimda Tanah Datar, dan Kepala BPK Wilayah III Sumbar Nurmatias.
Sabudaya dibuka dengan pukul gendang bersama, Bupati Eka Putra, Ketua DPRD Anton Yondra, Direktur Sejarah dan Pemuseuman Kemenbud Agus Mulyana, Kadis Kebudayaan Sumbar Jefrinal Arifin, Forkopimda Tanah Datar, dan Kepala BPK Wilayah III Sumbar Nurmatias.

TANAHDATAR, Bacalahnews - Bupati Tanah Datar Eka Putra mengapresiasi Kementerian Kebudayaan menggelar acara Satu Ranah Budaya (Sabudaya) di Kota Batusangkar.

Sabudaya menampilkan pertunjukan seni Minangkabau, pameran budaya, permainan tradisional Minangkabau, tarian, musik kontemporer, silek dan musik tradisi dan bazar UMKM yang dimeriahkan guest star Diva Aurel dan grup musik etnik Minangkabau Talempong dengan konsep modern Jaguank.

Sabudaya dibuka dengan pukul gendang secara bersama, Bupati Eka Putra, Ketua DPRD Anton Yondra, Direktur Sejarah dan Pemuseuman Kemenbud Agus Mulyana, Kadis Kebudayaan Sumbar Jefrinal Arifin, Forkopimda Tanah Datar, dan Kepala BPK Wilayah III Sumbar Nurmatias, di Lapangan Cindua Mato Batusangkar, Sabtu (1/11/2025).

Bupati Eka Putra menyebut event Sabudaya sesuai dengan historis Kota Batusangkar yang dijuluki Kota Budaya oleh Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 1985.

“Batusangkar sebagai Kota Budaya, karena inilah daerah tertua menurut adat dan budaya Minangkabau. Disinilah lahir falsafah Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” tutur Eka.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Jefrinal Arifin menyampaikan Pemprov sangat mendukung kegiatan Sabudaya yang digagas BPK Wilayah III Sumbar ini.

“Kegiatan Sabudaya ini tentu akan dapat mendukung dan memajukan Sumbar khususnya dan Indonesia umumnya. Saat ini kegiatan seni dan kebudayaan terus digalakkan di Sumbar terutama Tanah Datar sebagai pusat kebudayaan Minangkabau,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Sejarah dan Pemuseuman Kementerian Kebudayaan Agus Mulyana bahwa kegiatan ini juga sebagai upaya melestarikan dan menghidupkan budaya di Indonesia.

“Kegiatan ini juga dalam rangka memeriahkan hari Kebudayaan Nasional yang ditetapkan setiap tanggal 17 Oktober dan ini juga dimaknai dari Burung Garuda sebagai lambang Negara dimana disitu ada kalimat Bhineka Tunggal Ika. Yang mencerminkan bahwa kebudayaan bangsa Indonesia yang beragam dan kaya,” ucapnya.

Turut menyaksikan saat pagelaran Sabudaya tersebut Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, dan Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, serta ribuan masyarakat Tanah Datar. (*)

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Bagikan

Berita Terkait
Terkini