Tebar Kebaikan untuk Sesama di Hari Jadi PMI

×

Tebar Kebaikan untuk Sesama di Hari Jadi PMI

Bagikan berita
Tebar Kebaikan untuk Sesama di Hari Jadi PMI
Tebar Kebaikan untuk Sesama di Hari Jadi PMI

‎KAMIS (17/9) esok,  tak terasa organisasi kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) tepat berusia 80 tahun.‎Banyak hal yang telah dan akan dilakukan oleh lembaga tersebut untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat.

‎"Bagi PMI, setetes darah sangat menentukan bagi keselamatan manusia. Karenanya, di hari jadi PMI ke-80, tebarkan kebaikan menjadi tema yang kami angkat," kata ketua PMI Kota Bukittinggi, H Chairunas.‎Semangat kebersamaan dalam bingkai kemanusiaan, menurut Rang Solok ini harus terus dibangun agar kebersamaan dan persaudaraan bisa terus dibangun sehingga kepedulian antar sesama tetap terjaga.

‎Pada ulang tahun PMI ke 80, PMI Kota Bukittinggi jelas Chairunas, akan memusatkan kegiatan di kantor PMI Bukittinggi.‎"Dimana, seluruh pendonor yang berpartisipasi akan diberikan bingkisan. Dan khusus bagi mereka yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 10 kali, 25 kali, 50 kali dan 75 kali akan diberikan piagam khusus ," jelasnya.

‎Jumlah penerima piagam tersebut menurutnya cukup banyak. Dan hal itu jelas H Chairunas sebagai bentuk terima kasih PMI Bukittinggi pada pihak-pihak yang selalu berpartisipasi pada kegiatan PMI.‎Disinggung jumlah pendonor sukarela yang tercatat di Kota Bukittinggi sendiri, H Chairunas menyebutkan sekitar 800 orang.

‎Selaku ketua PMI Kota Bukittinggi, H Chairunas mengimbau pada masyarakat Bukittinggi untuk tetap peduli akan kemanusiaan dan mendukung penuh kegiatan PMI di Kota Bukittinggi.‎

‎Sejarah Terbentuknya PMI‎

‎Palang Merah Indonesia sebenarnya dimulai sebelum Perang Dunia II. Tepatnya pada tanggal 21 Oktober 1873.‎Saat itu, pemerintah Kolonial Belanda membangun Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai).

‎Namun, organisasi ini kemudian dibubarkan selama pendudukan Jepang. Perjuangan untuk membangun Palang Merah Indonesia dimulai sekitar tahun 1932, dipelopori oleh Dr. RCL Senduk dan Dr. Bahder Djohan.‎Inisiatif ini mendapatkan dukungan luas, terutama dari kalangan terpelajar Indonesia.

‎Meskipun mereka berusaha menyampaikan usulan tersebut pada Konferensi Nerkai tahun 1940, usulan itu ditolak secara mentah-mentah.‎Tanpa menyerah, rencana itu sementara diabaikan, menunggu kesempatan yang tepat.

‎Selama pendudukan Jepang, mereka mencoba sekali lagi untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, tetapi usaha ini kembali digagalkan oleh pemerintah militer Jepang, mereka memaksa proposal tersebut untuk disimpan kembali untuk kedua kalinya.‎Palang Merah Indonesia (PMI) berhasil didirikan pada 17 September 1945, di bawah kepemimpinan Drs. Mohammad Hatta. Karena hanya diperbolehkan satu organisasi nasional per negara, pada tanggal 16 Januari 1950, pemerintah Belanda membubarkan NERKAI dan menyerahkan asetnya kepada PMI. Penyerahan tersebut disampaikan oleh Dr. B. Van Trich dari NERKAI dan Dr. Bahder Djohan dari PMI.

Editor : Mangindo Kayo
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini