Dengan berakhirnya kegiatan pada hari ke-40, mahasiswa KKN Unitas resmi menutup masa pengabdian di Nagari Air Haji Barat. Namun, pengabdian ini tidak hanya meninggalkan program kerja semata, melainkan juga menyisakan pengalaman berharga, nilai kebersamaan, serta ikatan emosional yang kuat antara mahasiswa dengan masyarakat. Dari membangun kesadaran lingkungan melalui bank sampah, mendukung kegiatan sosial budaya bersama ibu-ibu PKK, mengedukasi generasi muda tentang bahaya bullying, hingga turut memeriahkan Hari Kemerdekaan, seluruh rangkaian kegiatan telah memberi warna baru bagi nagari ini.Dalam acara perpisahan yang sekaligus menjadi penutupan resmi kegiatan KKN di nagari, Wali Nagari Air Haji Barat, Bapak Feby Oktafianto, menyampaikan apresiasi dan harapan besarnya. Beliau berpesan bahwa pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di Air Haji Barat hendaknya tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi dijadikan bekal berharga dalam meraih kesuksesan di masa depan. “Jadikanlah kebersamaan dan pengalaman di nagari ini sebagai modal penting untuk menapaki perjalanan hidup kalian. Semoga apa yang kalian dapatkan di sini bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menambah kedewasaan dan semangat untuk terus berkarya bagi bangsa,” tutur beliau penuh makna.
Ketua KKN, Fauzan Azim, dalam kesan dan pesannya menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas sambutan hangat masyarakat. “Kami belajar banyak hal di nagari ini, mulai dari arti kebersamaan, gotong royong, hingga bagaimana beradaptasi langsung dengan kehidupan masyarakat. Kami berharap program yang kami jalankan dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat,” ungkapnya.Sementara itu, Wakil Ketua KKN, Riel Zega, menambahkan bahwa pengalaman KKN di Air Haji Barat bukan hanya menjadi bagian dari tugas kuliah, melainkan juga pengalaman hidup yang tidak terlupakan. “Kebersamaan dengan masyarakat di sini telah memberi kesan mendalam. Kami merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar nagari. Semoga hubungan baik ini tetap terjalin meski masa pengabdian kami telah selesai,” katanya dengan penuh haru.
FJM
Editor : Mangindo Kayo