PADANG — Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumatera Barat (Sumbar), Ustadz Ulyadi, Lc., MA, menegaskan, pergantian kepengurusan bukan hanya soal rotasi jabatan, tapi tentang transformasi cara berpikir."Transisi itu bukan sekadar ganti pengurus, tapi perubahan cara pandang. Kita harus proaktif, tidak menunggu instruksi terus-menerus, tapi menciptakan inisiatif. Bahkan dengan kemampuan yang sedikit, itu bisa memberi pengaruh besar dalam dakwah," ujar Ulyadi di Padang.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan dalam kegiatan internal (rilhla) pengurus PKS Payakumbuh 2020-2025 di Pantai Pasir Jambak pada Sabtu (2/8/2025) kemarin.
Lebih lanjut, Ustadz Ulyadi mendorong para kader dan pengurus untuk memiliki mindset yang progresif, tidak pasif menunggu, tetapi aktif menciptakan peluang.Ia juga menyampaikan perlunya sikap optimis terhadap hasil kerja yang telah dilakukan, meskipun belum sempurna.
Menurutnya, setiap pencapaian tetap patut diapresiasi, sekecil apapun. Ustadz Ulyadi mengajak kader untuk meneladani burung hud-hud dalam kisah Nabi Sulaiman."Jadilah seperti burung hud-hud. Tidak besar, tidak kuat, tapi punya peran penting karena kepekaannya dan kegesitannya. Dakwah butuh kader yang tanggap dan aktif," sambungnya.Ia berharap para pengurus dan kader dapat membawa semangat perubahan bukan hanya dimulai dari struktur, tapi dari pikiran yang tumbuh dan tindakan yang nyata.Acara turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, S.E., M.Si., yang juga menyampaikan apresiasinya terhadap peran strategis Sumatera Barat bagi PKS secara nasional.
Ia menyebut Sumbar sebagai contoh keberhasilan karena mampu mempertahankan kepemimpinan PKS selama empat periode berturut-turut di tingkat gubernur, serta saat ini juga memimpin lembaga DPRD Provinsi Sumbar saat ini.Dalam acara tersebut turut dihadiri jajaran struktur di antaranya, Nosa Eka Nanda (Sekretaris DPW PKS Sumbar), Iman Firmansyah (Wasekjen Protokoler dan Pengamanan Pimpinan), H. Rahmat Saleh (Wasekjen Organisasi dan Literasi Kepartaian), Dr. Sigit Puspito Wigati Jarot (Wasekjen Data dan Teknologi Informasi), M. Iqbalur Ramadan (Wasekjen Personalia dan Standarisasi), Tomy Agus Maymuftianto (Wasekjen Perencanaan dan Evaluasi Program) dan jajaran pengurus PKS Payakumbuh. (rls/Ridwan/pdg)
Editor : Mangindo Kayo
