BERBICARA tentang Kota Bukittinggi, tentunya berbicara tentang jantungnya pariwisata Sumatera Barat bahkan wilayah Indonesia bagian barat.Banyak hal yang telah ada dan diadakan di daerah seluas 25 KM2 itu oleh pemimpinnya.
Namun ada satu hal yang menarik untuk dikupas, yaitu pentingnya memikirkan bagaimana daerah Rang Kurai itu benar benar bisa menancapkan namanya di blantika pariwisata Indonesia dan dunia.Salah satu yang menjadi tantangan bagi kepala daerah di wilayah yang pernah menjadi Ibu Kota Provinsi Sumatera, Ibu Kota PDRI, Ibu Kota Sumatera Tengah dan Ibu Kota Sumatera Barat itu adalah perluasan wilayah.
[caption id="attachment_9161" align="alignnone" width="672"]
H Hendrazon[/caption]'Kenapa hal ini penting untuk dipikirkan dan dilakukan oleh kepala daerah dalam hal ini Walikota Bukittinggi? Karena Bukittinggi belum bisa memberikan kenyamanan bagi wisatawannya secara lebih baik," kata H Hendrazon.
Perantauan Koto Rang Agam yang memiliki pin emas sebagai warga kehormatan Kota Bukittinggi itu menyebutkan, saat ini Bukittinggi baru sebatas daerah yang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang."Kenapa saya katakan demikian? Karena dengan luas yang terbatas kesemberautan menjadi hal yang dominan di Bukittinggi," katanya menambahkan.
Kesemberautan yang dimaksud oleh ketua umum organisasi perantauan Minang Sakato itu meliputi lalu lintas yang bermasalah terutama saat musim libur akibatnya terjadi kemacetan di sana sini, kantong parkir yang tak tertata dengan baik hingga tak terciptanya pengembangan kota secara terprogram."Belum lagi kalau terjadi bencana alam seperti yang barusan terjadi. Sangat sulit akses menuju Bukittinggi," imbuhnya.
Sebagai tokoh rantau yang sangat peduli akan Bukittinggi, H Hendrazon mengusulkan tiga hal untuk menunjang pariwisata di Kota Bukittinggi.Pertama perluasan wilayah hingga Banuhampu, pengaktifan kembali Bandara Gadut serta memperbanyak convention center."Kenapa saya usulkan hal tersebut? Karena pariwisata dengan konsep MICE (Meeting Insentif Convention dan Exebition) sangat cocok diterapkan," tuturnya.Untuk merealisasikan hal tersebut, pemimpin yang tegas dengan visi yang jelas sangat dibutuhkan agar Bukittinggi dengan berjuta sejarah akan selalu menjadi impian banyak orang mendatanginya.
"Sekarang yang menjadi pertanyaan, siapa pemimpin yang mau dan bisa melakukannya? Tentu warga Bukittinggi sendiri yang bisa menjawabnya," kata Hendrazon mengakhiri. (ted)

