Di sektor ekonomi, program “Satu Nagari, Satu Event” dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal dengan perputaran uang mencapai miliaran rupiah dalam satu kegiatan. Sementara di bidang keagamaan, program “Satu Rumah, Satu Hafidz/Hafidzah” telah melahirkan lebih dari 20 ribu anak penghafal Al-Qur’an.
Tak hanya itu, Eka Putra juga menyoroti pentingnya mitigasi bencana. Ia menyebut Tanah Datar merupakan daerah yang kerap dilanda bencana alam, sehingga pemerintah membangun sistem Desa Tangguh Bencana, memperkuat infrastruktur seperti sabo dam, serta memastikan kesiapsiagaan masyarakat.
Dalam tata kelola pemerintahan, Bupati Eka menekankan prinsip bahwa aparatur adalah pelayan masyarakat. Berbagai inovasi dilakukan, mulai dari efisiensi anggaran, pembatasan fasilitas pejabat, hingga penyediaan layanan pengaduan masyarakat dan pembangunan Mal Pelayanan Publik.
“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Tujuan akhirnya sederhana, masyarakat sejahtera dan bahagia,” ujarnya.Pertemuan itu pun ditutup dengan komitmen kedua kepala daerah untuk terus memperkuat kerja sama dan saling mendukung dalam pembangunan. Baik Pemerintah Tanah Datar maupun Mandailing Natal sepakat bahwa kolaborasi menjadi kunci untuk menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat. (*)
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T