BALIKPAPAN - Komisi II DPR RI menilai kontribusi dividen Bank Kaltimtara terhadap APBD Kalimantan Timur sebagai salah satu contoh konkret keberhasilan pengelolaan BUMD secara profesional.
Ketua Tim Kunspek Komisi II DPR RI, Aria Bima menekankan bahwa salah satu indikator keberhasilan BUMD adalah kemampuannya memberikan nilai tambah bagi keuangan daerah, bukan justru menjadi beban fiskal.
“Bank Kaltimtara ini menghasilkan dividen yang cukup memberi penguatan pada pendapatan daerah, kurang lebih sekitar Rp300 miliar. Ini angka yang sangat berarti bagi APBD,” ujar Aria saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan, capaian tersebut menunjukkan bahwa BUMD dapat menjadi sumber fiskal alternatif di tengah ketergantungan daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
“Kalau kita ingin daerah semakin mandiri, maka BUMD seperti ini harus terus diperkuat,” kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa kontribusi dividen Bank Kaltimtara sangat membantu pemerintah daerah, terutama di tengah fluktuasi pendapatan dari sektor sumber daya alam.“Kalimantan Timur hari ini masih dalam masa transisi ekonomi. Dividen dari Bank Kaltimtara sangat membantu menjaga stabilitas keuangan daerah,” ujarnya.
Rudy menegaskan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen menjaga tata kelola Bank Kaltimtara agar tetap sehat, transparan, dan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan daerah. (*)
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T