KABUPATEN AGAM -- Upaya petugas membersihkan material banjir bandang di akses jalan Lubuk Basung-Bukittinggi di Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, kembali diuji. Saat proses pembersihan belum rampung, galodo kembali turun pada Kamis (1/1/2025) sore, membawa lumpur, batu, dan kayu dari kawasan hulu Maninjau.
Material longsor susulan itu kembali menutup badan jalan di sekitar kawasan BRI Lama, Pasar Maninjau. Aktivitas alat berat yang sejak pagi dikerahkan terpaksa dihentikan sementara karena kondisi dinilai berbahaya, menyusul aliran material yang masih labil.
Galodo yang terjadi sejak dini hari sebelumnya tidak hanya melumpuhkan jalur transportasi utama penghubung Bukittinggi–Lubuk Basung, tetapi juga berdampak langsung pada permukiman warga di sekitarnya.
Berdasarkan data sementara, sedikitnya 40 unit rumah terdampak, dengan sebagian berada tepat di jalur aliran material longsor yang berubah arah pascabencana.
Bupati Agam, Benni Warlis Dt Tan Batuah, meninjau langsung lokasi bencana pada Kamis siang. Selain melihat kondisi rumah warga, ia juga memantau penanganan darurat yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan.
Menurut Benni Warlis, ancaman galodo belum sepenuhnya berakhir. Perubahan aliran sungai setelah bencana membuat kawasan yang sebelumnya relatif aman kini masuk dalam zona rawan.
“Kondisi Maninjau saat ini masih mencekam. Sungai sudah berpindah aliran, sehingga rumah penduduk yang dulu tidak terdampak sekarang ikut terancam. Ini menjadi perhatian serius kita,” ujarnya.Ia menegaskan, pembersihan material di badan jalan saja tidak cukup untuk mengatasi persoalan yang terus berulang. Pemerintah daerah, kata dia, mendorong langkah mitigasi bencana secara menyeluruh, terutama dari kawasan hulu.
“Membersihkan longsor di jalan bisa dilakukan dengan alat berat. Tapi akar masalahnya ada di hulu. Penanganannya harus berbasis keilmuan. Ini sudah kita sampaikan ke gubernur dan Balai Wilayah Sungai agar dilakukan penanganan teknis dari atas sampai ke hilir,” tegasnya.
Saat ini, empat unit alat berat dikerahkan ke lokasi terdampak, meski satu unit excavator bantuan PDIP dilaporkan sempat tertimbun material longsor. Pemerintah daerah juga melakukan pemetaan rumah terdampak, pengamanan area rawan, serta mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan.
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T