Tri Rismaharini Ikut Bersihkan Lumpur Usai Banjir Bandang Maninjau

×

Tri Rismaharini Ikut Bersihkan Lumpur Usai Banjir Bandang Maninjau

Bagikan berita
Mantan Menteri Sosial RI pada Kabinet Indonesia Maju, Tri Rismaharini, terlihat ikut membersihkan lumpur di Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Foto Anizur
Mantan Menteri Sosial RI pada Kabinet Indonesia Maju, Tri Rismaharini, terlihat ikut membersihkan lumpur di Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Foto Anizur

KABUPATEN AGAM -- Banjir bandang kembali menerjang kawasan Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sungai Batang Muaro Pisang meluap, membawa material lumpur, batu, dan kayu yang menghantam permukiman warga pada Kamis (1/1/2026) dini hari.

Tri Rismaharini tengah berkoordinasi dengan petugas
Tri Rismaharini saat berada di lokasi bencana banjir di Maninjau, Kabupaten Agam. Foto Anizur

Pagi harinya, mantan Menteri Sosial RI pada Kabinet Indonesia Maju, Tri Rismaharini, terlihat turun langsung ke lokasi terdampak. Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana itu ikut bergotong royong membersihkan material lumpur bersama warga.

Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat, Yogi Yolanda, mengatakan kehadiran Risma bukan hanya simbolis. Sejak pagi, Risma berbaur dengan warga, mengangkat lumpur, dan membantu membersihkan rumah-rumah yang terdampak banjir bandang.

“Ibu Risma pagi ini ikut langsung bergotong royong membersihkan material lumpur bersama warga. Beliau benar-benar turun tangan, tidak hanya memantau,” kata Yogi kepada BacalahNews.com, Kamis (1/1/2026) pagi.

Menurut Yogi, pada malam sebelum banjir bandang terjadi, Risma memutuskan untuk menginap di Penginapan Danau Impian, kawasan Maninjau, meski kondisi cuaca dan situasi lapangan belum sepenuhnya aman.

“Beliau memilih tetap berada di Maninjau. Ini bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral beliau terhadap warga yang terdampak,” ujar Yogi.

Dalam kegiatan gotong royong tersebut, Risma didampingi anggota PDI Perjuangan Kabupaten Agam, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Fraksi PDIP Sri Kumala Dewi, Bendahara DPD PDIP Sumbar Yogi Yolanda, serta jajaran pengurus partai lainnya. Perempuan berusia 64 tahun kelahiran Kediri itu tampak berbaur tanpa sekat dengan masyarakat setempat.

Yogi menambahkan, banjir bandang kali ini tidak menimbulkan korban jiwa. Hal itu tidak terlepas dari kewaspadaan warga sejak malam sebelumnya.

“Sejak Rabu malam, aliran Batang Muaro Pisang mendadak mengering. Itu tanda yang tidak biasa dan membuat warga waspada,” jelasnya.

Fenomena tersebut memicu kekhawatiran akan adanya sumbatan di bagian hulu sungai. Warga menduga bendungan alami itu bisa jebol sewaktu-waktu dan memicu galodo.

Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T
Bagikan

Berita Terkait
Terkini