Namun tanggung jawab tidak berhenti di institusi pendidikan. Mahasiswa sendiri harus aktif mengembangkan diri. Kursus daring, bootcamp, hingga komunitas kreatif bisa menjadi wadah untuk memperkaya kemampuan.Akses terhadap platform pembelajaran digital seperti Coursera, Dicoding, atau Kampus Merdeka harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Kesadaran untuk belajar sepanjang hayat (lifelong learning) menjadi keharusan, bukan sekadar pilihan.Pemerintah pun memegang peran strategis. Insentif bagi industri yang mau bermitra dengan kampus, subsidi biaya pelatihan, hingga standarisasi sertifikasi kompetensi nasional akan mempercepat transformasi tenaga kerja.
Tanpa intervensi serius, bonus demografi yang dimiliki Indonesia justru berisiko berubah menjadi beban demografi akibat ledakan pengangguran terdidik.Pada akhirnya, tantangan terbesar bagi mahasiswa hari ini bukan lagi sekadar meraih gelar, tetapi bagaimana menjadikan diri adaptif terhadap perubahan.
Ijazah tetap penting sebagai pengakuan akademik, tetapi kemampuan untuk terus belajar, berinovasi, dan menyesuaikan diri jauh lebih menentukan.Dengan skill adaptif, generasi muda tidak hanya siap masuk ke dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang baru di tengah ketidakpastian ekonomi. (*) Editor : Mangindo Kayo