“TBM ini berdiri berkat keikhlasan dan semangat kebersamaan. Kami berharap pemerintah lebih hadir untuk memperkuat perkembangan literasi di pedesaan, agar masyarakat desa juga bisa menikmati manfaatnya,” ucapnya penuh harap.Kunjungan tim Perpusnas ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Paninjauan.
Selain menguatkan semangat warga, pengakuan di tingkat nasional membuktikan bahwa dari sebuah nagari kecil di Solok, lahir gerakan literasi yang inklusif, inovatif, dan memberi dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari. (*/han) Editor : Mangindo KayoLuar Biasa, TBM H. Abdul Moeis & Hj. Syamsiar Masuk 12 Besar Nasional
| 138 klik
Berita Terkait