Lubuk Basung Genap 32 Tahun Jadi Ibukota Agam, Begini Sejarah Panjang Pemindahannya dari Bukittinggi

×

Lubuk Basung Genap 32 Tahun Jadi Ibukota Agam, Begini Sejarah Panjang Pemindahannya dari Bukittinggi

Bagikan berita
Lubuk Basung Genap 32 Tahun Jadi Ibukota Agam, Begini Sejarah Panjang Pemindahannya dari Bukittinggi
Lubuk Basung Genap 32 Tahun Jadi Ibukota Agam, Begini Sejarah Panjang Pemindahannya dari Bukittinggi
DPC PJS Kota Bukittinggi

AGAM, Bacalah News – Pemerintah Kabupaten Agam memperingati 32 tahun kepindahan ibukota dari Bukittinggi ke Lubuk Basung dalam sebuah upacara resmi yang digelar di halaman Kantor Bupati Agam pada Senin, 21 Juli 2025.Dalam upacara tersebut, tokoh masyarakat N Dt. Asa Labiah membacakan sejarah perjuangan panjang yang dilalui untuk mewujudkan pemindahan ibukota ini.

Pemindahan ibukota Kabupaten Agam bukanlah keputusan yang terjadi dalam waktu singkat. Prosesnya dimulai sejak tahun 1956, ketika Bukittinggi ditetapkan sebagai ibukota Kabupaten Agam berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang pembentukan daerah otonom di wilayah Provinsi Sumatera Tengah.Namun, seiring dengan perkembangan Bukittinggi sebagai kota madya sekaligus pusat perdagangan dan wisata, muncul pandangan dari berbagai tokoh masyarakat bahwa kota tersebut tidak lagi layak dijadikan pusat pemerintahan kabupaten. Bukittinggi dinilai memiliki keterbatasan lahan untuk pengembangan infrastruktur pemerintahan dan tidak strategis sebagai pusat pelayanan publik bagi wilayah Kabupaten Agam yang luas.

Gagasan pemindahan ibukota mulai mendapatkan dukungan luas pada awal 1970-an. DPRD Kabupaten Agam secara resmi membahas isu ini dalam Sidang Paripurna tahun 1971. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat merespons aspirasi tersebut melalui surat resmi pada 10 Juni 1981 yang berisi pedoman persiapan pemindahan ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Agam.Selanjutnya, Bupati dan DPRD Agam menggelar pertemuan khusus pada 20 Agustus 1981, yang menghasilkan keputusan untuk mengusulkan secara resmi kepada Gubernur Sumatera Barat agar ibukota Kabupaten Agam dipindahkan dari Bukittinggi.

Usulan resmi tersebut dikirim pada 22 September 1981 dan dibalas oleh Gubernur dengan surat tertanggal 20 Oktober 1981 yang menyetujui dibentuknya tim survei untuk menentukan lokasi baru ibukota. Melalui Surat Keputusan Bupati Agam Nomor 231/SK/BA/1981 tanggal 16 Desember 1981, tim survei ditugaskan untuk melakukan kajian terhadap seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Agam dengan mempertimbangkan berbagai aspek strategis, teknis, administratif, dan geografis.Hasil survei menunjukkan bahwa hanya tiga kecamatan yang layak dijadikan calon ibukota, yaitu Lubuk Basung, Palembayan, dan Matur. Survei lapangan ke ketiga lokasi dilakukan pada 24 Desember 1981. Setelah melalui proses kajian yang panjang dan mendalam, Bupati Agam saat itu menetapkan Kecamatan Lubuk Basung sebagai lokasi paling layak melalui surat resmi yang diterbitkan pada 22 Maret 1982.

Penetapan Lubuk Basung sebagai calon ibukota disambut antusias oleh masyarakat setempat. Sebanyak 18 tokoh masyarakat Lubuk Basung menyatakan dukungan penuh terhadap pemindahan tersebut. Dalam pernyataan sikap bersama yang dibuat pada 20 Juni 1982, mereka menyatakan kesediaan untuk menyediakan lahan seluas sekitar 80 hektar di Padang Pusaro guna pembangunan fasilitas pemerintahan.Dukungan dari masyarakat Lubuk Basung kemudian diperkuat dengan surat dari Gubernur Sumatera Barat tertanggal 5 Oktober 1982 yang menyampaikan usulan resmi pemindahan ibukota kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut mendapat persetujuan dari Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Surat Nomor 135/813/FUOD, yang menjadi dasar administratif pemindahan ibukota Kabupaten Agam.

Setelah mendapat dukungan resmi dari pusat dan provinsi, Bupati Agam saat itu, Letkol. Inf. M. Nur Syafie, segera memulai pembangunan berbagai fasilitas pemerintahan di Lubuk Basung, seperti kantor bupati, gedung DPRD, dan infrastruktur pendukung lainnya. Upaya ini dilanjutkan oleh Letkol. Inf. Gustiar Agus yang kemudian menyelesaikan proses pemindahan secara bertahap hingga akhirnya pada 19 Juli 1993, Lubuk Basung resmi menjadi ibukota Kabupaten Agam dalam sebuah upacara peresmian yang digelar di kawasan Padang Baru.Kini, 32 tahun setelah pemindahan tersebut, Lubuk Basung telah berkembang pesat sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Agam. Berbagai pembangunan telah dilakukan, dan pelayanan publik terus ditingkatkan. Dalam peringatan hari bersejarah ini, masyarakat dan pemerintah Kabupaten Agam mengenang jasa para tokoh yang telah berjuang tanpa pamrih demi kemajuan daerah.

N Dt. Asa Labiah, saat membacakan sejarah perjuangan ini, menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para tokoh masyarakat dan pemimpin pemerintahan masa lalu, khususnya kepada Kolonel Inf. H. M. Nur Syafie dan Letkol. Inf. H. Gustiar Agus yang telah mewujudkan cita-cita besar masyarakat Agam.Peringatan HUT ke-32 kepindahan ibukota ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan pembangunan daerah yang berkeadilan dan merata, serta menghargai perjuangan sejarah yang telah mengubah wajah Kabupaten Agam hingga seperti sekarang. (Aniz)

Editor : Mangindo Kayo
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini