Sukwan Hanafi Kembali Sapa Pembaca dengan Buku yang Inspiratif 

×

Sukwan Hanafi Kembali Sapa Pembaca dengan Buku yang Inspiratif 

Bagikan berita
Sukwan Hanafi Kembali Sapa Pembaca dengan Buku yang Inspiratif 
Sukwan Hanafi Kembali Sapa Pembaca dengan Buku yang Inspiratif 
DPC PJS Kota Bukittinggi

Penulis novel dan biografi Sukwan Hanafi kembali menghadirkan bacaan yang layak menjadi referensi bagi siapapun yang ingin berkecimpung di dunia tulis menulis.‎Bekerja sama dengan CV. Muharika Rumah Ilmiah (MRI) Press, buku yang layak dijadikan inspirasi tersebut, berjudul "Menceritakan Kisah Perjalanan Hidup: Panduan Menulis Biografi".

‎Sebagai seorang jurnalis televisi nasional dengan pengalaman belasan tahun serta dikenal juga sebagai penulis novel dan biografi, Sukwan Hanafi berharap, buku setebal 250 halaman ini hadir sebagai panduan menulis otobiografi yang ramah, praktis, dan menyentuh.‎Buku itu sendiri disunting oleh Yon Moeis, wartawan senior majalah Tempo yang telah berkecimpung dalam dunia jurnalistik selama empat dekade.

‎Dengan kepiawaiannya menyaring narasi, Yon memastikan buku ini tetap membumi dan bisa diakses oleh siapa pun, baik pemula dalam dunia tulis-menulis maupun mereka yang sudah terbiasa menulis namun ingin menggali kisah pribadi secara lebih mendalam.‎Dengan pendekatan yang ringan dan membumi, Sukwan Hanafi membimbing pembaca melewati proses menulis kisah hidup, mulai dari mengingat peristiwa, memilih gaya bercerita, hingga menyunting tulisan menjadi narasi yang utuh dan bermakna.

‎"Setiap orang berhak menulis kisah hidupnya, dan tidak ada kisah yang terlalu kecil untuk diceritakan," tulis Sukwan dalam pengantar bukunya.‎Buku ini menekankan bahwa menulis biografi bukan hanya untuk tokoh-tokoh besar. Justru, kisah orang biasa yang menaklukkan tantangan luar biasa sering kali menjadi inspirasi yang paling menyentuh.

‎Salah satu kekuatan buku ini terletak pada pendekatan teknis yang sederhana namun efektif. Pembaca tidak dibebani dengan teori berbelit atau jargon sastra. Sebaliknya, mereka diajak menulis seperti sedang bercerita kepada sahabat,  jujur, otentik, dan penuh nuansa.‎Berbagai gaya penulisan dibahas secara ringan, mulai dari kronologis, tematik, hingga episodik, lengkap dengan contoh nyata agar pembaca dapat memilih pendekatan yang sesuai dengan karakter mereka. Latihan-latihan praktis di akhir tiap bab.

‎"Menceritakan Kisah Perjalanan Hidup" tidak membatasi segmen pembacanya. Buku ini dirancang untuk menjangkau semua kalangan, dari remaja yang sedang mencari jati diri, orang tua yang ingin mewariskan kisah kepada anak cucu, hingga para guru dan tokoh masyarakat yang ingin mengabadikan jejak hidup mereka.‎Editor Yon Moeis menyatakan, “Menulis otobiografi bukan monopoli orang terkenal. Bila ditulis dengan jujur dan utuh, kisah hidup siapa pun bisa menjadi warisan yang tak ternilai dan inspirasi bagi banyak orang.”

‎Buku ini tidak hanya menjadi panduan teknis, tetapi juga ajakan untuk menengok kembali hidup, menyusun kepingan pengalaman, dan mengabadikannya dalam bentuk tulisan. Ia adalah alat bantu untuk menyusun jendela bagi generasi mendatang, agar mereka tahu dari mana mereka berasal, nilai apa yang diperjuangkan, dan bagaimana cara bertahan dalam zaman yang terus berubah.‎Di bagian akhir buku, pembaca juga diberi panduan ringan untuk menerbitkan karya mereka secara mandiri, baik untuk konsumsi pribadi maupun publik. (rel)

Editor : Mangindo Kayo
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini