Kantor Walinagari Sibarambang Disegel Pihak Tak Bertanggungjawab

×

Kantor Walinagari Sibarambang Disegel Pihak Tak Bertanggungjawab

Bagikan berita
Rosmalinda, Pj Walinagari Sibarambang, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok.
Rosmalinda, Pj Walinagari Sibarambang, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok.
DPC PJS Kota Bukittinggi

SUNGGUH miris melihat kehadiran sejumlah kertas manila yang ditempel di pintu masuk kantor walinagari Sibarambang, Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok.Kertas tersebut berisi kecaman dan juga kekecewaan dari yang "mewakili masyarakat" akan kinerja Pj Walinagari Sibarambang, Rosmalinda terkait program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Pihak yang memasang tulisan tersebut "menuding" program bantuan perbaikan rumah yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat penerima bantuan dalam hal ini masyarakat yang terkategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) "dirancang" Walinagari.[caption id="attachment_11404" align="alignnone" width="1076"] Rosmalinda, Pj Walinagari Sibarambang, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok.[/caption]

"Program BSPS itu tidak dikelola ataupun dirancang oleh Walinagari. Namun oleh Fasilitator Kegiatan," katanya menjelaskan.Rosmalinda justru merasa aneh dengan kehadiran tulisan tersebut. Apalagi dipasang saat malam dan CCTV dimatikan.

"Harusnya kalau ingin mengetahui secara detail, datanglah ke kantor walinagari baik - baik. Bukan dengan cara seperti ini," imbuhnya.Rosmalinda merasa ada yang sengaja bermain terkait hal itu, apalagi tak ada demo ataupun unjuk rasa menyangkut program BSPS itu.

"Harusnya kita bersyukur, karena terkait program tersebut, ada 60 rumah yang diikutkan, dimana setiap unitnya bernilai Rp 20 juta," tambahnya.Saat ini lanjut Rosmalinda, mediasi dan penyelesaian tengah diupayakan oleh pihak kecamatan dan juga kepolisian.

"Diharapkan mediasi itu bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi," imbuhnya.Sementara itu di tempat terpisah, ketua umum Ikatan Keluarga Besar Nagari Sibarambang Sepakat, Saidul Bahri berharap persoalan itu bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

"Tentu tak ada yang tidak bisa diselesaikan. Malu kita, saat warga kita dibantu justru menimbulkan polemik," ucapnya bijak.Saidul juga meminta semua pihak bijak menyikapi persoalan itu serta bisa berfikir dengan kepala dingin. (ted)

Editor : Mangindo Kayo
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini
PMI Bukittinggi