Kemajuan Teknologi, Hafisto Yudistira: Hadits dapat Diakses Melalui Aplikasi 

×

Kemajuan Teknologi, Hafisto Yudistira: Hadits dapat Diakses Melalui Aplikasi 

Bagikan berita
Kemajuan Teknologi, Hafisto Yudistira: Hadits dapat Diakses Melalui Aplikasi 
Kemajuan Teknologi, Hafisto Yudistira: Hadits dapat Diakses Melalui Aplikasi 
DPC PJS Kota Bukittinggi

BUKITTINGGI – Di tengah kemajuan teknologi, generasi milenial kini dapat mengakses hadits melalui aplikasi, e-book dan platform online.Demikian disampaikan, Hafisto Yudistira, Ketua Panitia Seminar dengan tema "Membangun Akses Ilmu Agama yang Lebih Mudah dan Relevan bagi Generasi Milenial" digelar di UIN Bukittinggi, Sabtu (12/10/2024).

Menurut dia, seminar diadakan untuk mengenalkan kepada mahasiswa prodi ilmu hadits terutama untuk mahasiswa baru, untuk bisa merujuk referensi kitab-kitab hadits dengan mudah pada zaman sekarang ini."Aplikasi yang dapat dikunjungi untuk mengakses hadits salah satu adalah Makhtabah Syamilah, adapun link bisa diakses disini yang versi terbaru (https://shamela.ws/page/download)," katanya.

Ia mengatakan, di era digitalisasi saat ini, telah merambah berbagai aspek keilmuan termasuk dalam penyebaran dan pembelajaran hadits Nabi Muhammad SAW.Acara yang diselenggarakan HMPS ILHA – FUAD UIN Bukittinggi diikuti 40 mahasiswa dan dihadiri Yendri Junaidi, Lc., MA, Ketua MUI Tanah Datar sekaligus alumni Universitas Al-Azhar Cairo.

Yendri di kesempatan itu, mengapresiasi manfaat digitalisasi hadits.“Dengan teknologi, generasi milenial bisa mengakses hadits di mana saja dan kapan saja. Ini membuka peluang besar dalam memahami ajaran Nabi dengan lebih mudah,” ujarnya.

Namun, Yendri juga mengingatkan bahwa akses yang mudah ini tidak lepas dari risiko kesalahpahaman."Hadits kini menjadi konsumsi semua orang, termasuk mereka yang tidak memiliki pemahaman mendalam. Pangkal kekacauan agama ini dikarenakan digitalisasi hadits juga," tegasnya.

Ia menjelaskan, banyak orang cenderung mengandalkan aplikasi digital tanpa memahami metode takhrij yang mendalam, yang dapat menyebabkan interpretasi yang keliru.Selain itu, Yendri mengutip pepatah,

خذ العلم من أفواه العلماء"Ambillah ilmu dari mulut ulama," untuk menekankan pentingnya menuntut ilmu secara langsung dari guru yang berkompeten.

Ia menegaskan, ketergantungan pada teknologi tanpa proses pembelajaran tradisional dapat mengurangi keberkahan ilmu.Sebagai penutup, Yendri menyarankan agar mahasiswa dan akademisi berhati-hati dalam menyebarkan hadits di platform digital.

Ia menekankan pentingnya proses seleksi dan validasi hadits yang ketat sebelum disebarluaskan.Dengan niat yang ikhlas dan pemahaman yang benar, digitalisasi hadits diharapkan menjadi sarana dakwah yang efektif dan tetap menjaga kualitas keilmuan. (sdm)

Editor : Mangindo Kayo
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini
PMI Bukittinggi