Pemimpin hendaknya arif dan bijaksana. Kata ini menjadi pengunci pada diskusi Pemerhati Jurnalis Siber (PJS) Kota Bukittinggi dengan Ketua Syarikat Indonesia (SI) Kota Bukittinggi, Tuanku Rismaidi.
Ketika kita melakukan searching (pencarian) geoogle, kombinasi sikap arif dan bijaksana adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan, merujuk pada orang yang berilmu luas, rendah hati, tidak mengedepankan ego, dan mampu menerima saran atau kritik.
Memang tidak mudah rasanya kombinasi sikap arif dan bijaksana dimiliki oleh seseorang. Jika pun ada mungkin angkanya bisa jadi hanya bisa dihitung jari saja.
Kalau kita kelompokkan berdasarkan per kalimat, untuk kata arif dapat disebut juga kearifan. Kata ini berasal dari bahasa Arab yang berarti memahami, mengerti, cerdik, dan pandai.Di sini, dapat kita tarik kesimpulan bahwa orang yang arif memiliki ketajaman pikiran dan mata hati untuk menilai situasi dengan benar, bukan sekadar merasa benar.