Shela yang merasa mewakili para pelaku UMKM juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain memberikan dampak ekonomi, bazar rakyat gratis ini dinilai menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam merayakan Idulfitri dengan semangat berbagi.
“Lebih ngerangkul kita lah UMKM yang kecil-kecil. Jangan hanya yang besar-besar aja. Kita butuh, kita belum punya nama besar seperti restoran-restoran besar. Tapi kita di rumah ini UMKM itu sih yang perlu dipeluk gitu loh. Ibaratnya UMKM yang kecil-kecil seperti kita ini,” pungkas Shela.
Lebih dari sekadar transaksi ekonomi, bazar rakyat ini menghadirkan makna yang lebih dalam yaitu kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam semangat berbagi. Ribuan porsi makanan yang dibagikan bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan.
Di tengah suasana Idulfitri, Monas menjadi saksi bahwa UMKM bukan sekadar pelengkap, melainkan menjadi tulang punggung ekonomi yang terus bergerak. Ketika ruang dan kesempatan dibuka, UMKM tidak hanya tumbuh tetapi juga ikut menebar manfaat bagi sesama. (*) Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T

