Panipat 1526, Saat Meriam Mengalahkan Gajah dan Lahirlah Mughal

×

Panipat 1526, Saat Meriam Mengalahkan Gajah dan Lahirlah Mughal

Bagikan berita
Apratiratha (x)
Apratiratha (x)
DPC PJS Kota Bukittinggi

Dua Kekuatan di Panipat

Di satu sisi, Ibrahim Lodi dengan 100.000 prajurit dan 1000 gajah perang. Gajah-gajah itu dilapisi zirah besi dengan pedang di gading.

Di sisi lain, Babur dengan 12.000 pasukan dan meriam Utsmaniyah. Ia membangun benteng dari 700 gerobak yang dirantai.

Taktik ini disebut tabur cengeli atau benteng wagen. Gerobak disusun melingkar, diikat rantai, dan jadi perisai.

Di sela-selanya, meriam dan senapan matchlock ditempatkan. Babur siap membuktikan bahwa teknologi bisa kalahkan jumlah.

Pagi yang Mengubah Sejarah

21 April 1526, ribuan gajah mulai bergerak. Bumi Panipat bergetar oleh derap kaki mereka.

Babur menunggu hingga jarak 100 meter. Saat tangannya jatuh, 30 meriam menyalak serentak.

Suara ledakan memekakkan telinga. Gajah-gajah panik, berbalik arah, dan menginjak pasukan sendiri.

Penembak matchlock melepaskan tembakan beruntun dari balik benteng. Kekacauan melanda barisan Lodi.

Jebakan Berlapis

Saat pasukan Lodi kacau di depan benteng, kavaleri Babur menyerang dari sisi kiri dan kanan. Taktik ini disebut Tulugma.

Mereka menghujani panah 10-12 butir per menit sambil berlari kencang. Pasukan Delhi terjepit dari semua sisi.

Editor : DA Sikumbang
Sumber : Highlights Youtube Thalabul ilmi
Bagikan

Berita Terkait
Terkini
Baznas Bukittinggi Zakat Fitrah