KABUPATEN AGAM -- Akses bantuan sosial pemerintah masih sangat bergantung pada kelengkapan dokumen kependudukan. Namun di lapangan, kelompok paling rentan seperti lansia sebatang kara, penyandang disabilitas, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) justru kerap tak mampu mengurus administrasi secara mandiri.
Merespons kondisi itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Agam terus mengintensifkan Program Jemput Bola (Jebol) yakni perekaman e-KTP bagi warga dengan keterbatasan fisik maupun mental. Perekaman dilakukan langsung di rumah warga dengan melibatkan keluarga serta perangkat nagari setempat.
Program ini diprioritaskan untuk memastikan kelompok rentan terdata secara resmi sehingga dapat mengakses berbagai hak dan bantuan sosial dari negara.
“Kita banyak menemukan lansia yang hidup sendiri, disabilitas, sampai ODGJ. Kalau menunggu mereka datang ke kantor, tentu tidak akan terlayani. Karena itu, negara harus hadir mendatangi mereka,” kata Kepala Disdukcapil Agam, Dedi Asmar, kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).
Dedi menambahkan, seperti tahun-tahun sebelumnya, Disdukcapil Agam juga akan menyiagakan petugas pada momen Lebaran. Tingginya mobilitas warga, khususnya perantau yang pulang kampung, dinilai sebagai peluang untuk melengkapi data kependudukan.
“Kami tetap siagakan petugas, termasuk saat hari libur dan Lebaran. Banyak perantau pulang kampung, ini momentum untuk melengkapi data kependudukan,” ujarnya.
Untuk memperluas jangkauan pelayanan, Disdukcapil Agam turut mendorong dukungan dari DPRD setempat. Salah satu usulan yang disampaikan adalah penyediaan alat perekaman data kependudukan di setiap nagari, atau minimal di tingkat kecamatan.“Ini sudah beberapa kali kami komunikasikan dengan anggota DPRD Agam. Alhamdulillah, responsnya sangat positif,” ucap Dedi.
Ia menegaskan, pelayanan administrasi kependudukan merupakan bentuk pengabdian negara yang mencakup seluruh siklus kehidupan warga.
“Pelayanan kependudukan itu dari lahir sampai meninggal. Itu kami tanamkan ke petugas agar benar-benar melayani dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya. (*)
Editor : Hamriadi, S. Sos., S. T