BUKITTINGGI -- DPRD Kota Bukittinggi menggelar Rapat Paripurna terkait Penyampaian Pidato Sambutan Wali Kota Bukittinggi Masa Jabatan 2025-2030, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bukittinggi, Senin, 3 Maret 2025.DPRD Kota Bukittinggi menyampaikan sejumlah persoalan yang mesti dibenahi oleh Wali Kota Bukittinggi, H. Ramlan Nurmartias dan Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, yang baru dilantik sebagai kepala daerah, periode 2025-2030, di Istana Negara Jakarta, pada Kamis, 20 Februari 2025 lalu.
Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi., didampingi para Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Zulham Nova Chandra, Beny Yusrial, serta dihadiri Anggota DPRD Kota Bukittinggi secara langsung. Dari Pemerintah Kota Bukittinggi, Ramlan-Ibnu hadir bersama para pejabat struktural. Selain itu, rapat paripurna ini juga dihadiri Forkopimda Kota Bukittinggi serta para tokoh kota kelahiran Bung Hatta itu.
Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.4.3/4378/SJ tanggal 6 September 2024 tentang Penegasan dan Penjelasan terkait Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Nasional Tahun 2024 yang menyebutkan: “Bagi Gubernur, Bupati Dan Walikota yang telah dilantik agar menyampaikan pidato sambutan sebagai Gubernur, Bupati/Walikota pada Sidang Paripurna di masing-masing DPRD Provinsi dan kabupaten/Kota setelah melakukan serah terima jabatan pada hari yang sama”.“Kami atas nama Pimpinan dan seluruh Anggota DPRD bersama seluruh masyarakat Kota Bukittinggi menyambut hangat dan menyampaikan ucapan selamat kepada Sdr. Ramlan Nurmartias dan Ibnu Asis, sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi Masa Jabatan Tahun 2025-2030," ujar ketua DPRD Bukittinggi, Syaiful Efendi.
Ia mengatakan, dengan harapan kiranya Saudara-saudara nanti dapat bersama-sama dengan kami DPRD Kota Bukittinggi membangun kemitraan dalam mengemban tugas yang mulia ini dengan sebaik-baiknya, utamanya dalam upaya meningkatkan pelayanan serta pengabdian kepada masyarakat Kota Bukittinggi pada khususnya dan kepada Bangsa dan Negara Republik Indonesia pada umumnya,” tuturnya.
Dewan juga berharap pasangan kepala daerah ini mampu melanjutkan program-program penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.Syaiful Efendi menambahkan, DPRD berharap konsep dan gagasan yang telah tertuang di dalam visi dan misi pasangan Ramlan-Ibnu bisa terealisasi sehingga dapat dinikmati hasilnya oleh publik.
“Mudah-mudahan pidato sambutan menjadi kenyataan dan yang meraup keuntungan adalah masyarakat Kota Bukittinggi,” ujarnya.Pidato SambutanWali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmartias dalam pidato perdana awal tugas nya menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi tingginya kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD Bukittinggi, juga masyarakat yang berada di kampung halaman bahkan diperantauan.
"Ucapan terimakasih ini berasal dari lubuk hati kami yang paling dalam, untuk semuanya yang telah memberikan kepercayaan dan amabah menjalankan roda penerintahan dan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di kota bukittinggi. Tak lupa juga ucapan terima kasih kami kepada H. Erman Safar, SH dan H. Marfendi Maad Dt Basa Balimo sebagai wako dan wawako Bukittinggi periide 2021-2024. Semoga semua amal baik yang telah saudara berikan selama memimpin kota bukittinggi ini mendapat pahala yang berlipat ganda dari allah swt, amin".
Lebih lanjut disampaikan, kami sangat mengapresiasi setiap tahapan pilkada 2024. Proses panjang selama kontestasi dihadapkan dengan perbedaan pilihan, hari ini dan seterusnya mari tinggalkan perbedaan itu. “BIDUAK LALU KIAMBANG BATAUIK”.Dengan dukungan dan kerja sama dari seluruh forkopimda, DPRD Bukittinggi, jajaran pemerintahan dan komponen masyarakat, insya allah kita bertekat dengan sekuat tenaga untuk mewujutkan kota bukittinggi gemilang berkeadilan dan berbudaya
Kami menyadari dengan segala keterbatasan kita adalah salah satunya APBD Kota Bukittinggi. Keterbatasan APBD mesti kita cari dengan sumber sumber pendanaan secara optimal.Untuk menata wajah baru kota Bukittinggi, kami akan menertibkan sistim penerimaan pendapatan daerah, menekan kebocoran penerimaan dari pajak dan retribusi daerah. Melakukan efisiensi pengeluaran serta meragkul pihak swasta untuk berpartisipasi membangun kota bukittinggi.
Editor : Mangindo Kayo
