BUKITTINGGI - Pelaksanaan Upacara Bendera Merah Putih di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT-RI) ke-78 tahun 2023 di Bukittinggi berlangsung khidmat.Pemko Bukittinggi di bawah kepemimpinan Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar pada HUT ke-78 talah melaksanakan berbagai kegiatan, dengan merangkul semua instrumen yang ada di kota Jam Gadang itu.
Tepatnya, Kamis (17/8/2023) pagi Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar upacara bendera di Lapangan Wirabraja Kodim 0304/Agam kota Bukittinggi.
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar pun bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara dan Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Terdapat sebanyak 54 Paskibraka Bukittinggi sukses kibarkan Sang Pusaka Merah Putih. Untuk petugas pengibaran bendera dilakukan oleh Tim Garuda Merah, pembawa baki dipercayakan kepada Nanda Gita Aurellia dari SMA 3 Bukittinggi.
Pendamping baki, Raisa Putri Adzani dari SMA 3 Bukittinggi, Pengibar Bendera, Abdul Hanif Basfi dari SMA 3 Bukittinggi, Penggerek Bendera Al Razzaq Ridho Arsi Rahman dari SMA 2 Bukittinggi.Danpok pasukan 8, Muhammad Rian Yogantara dari SMA 3 Bukittinggi. Denpas Kapten IPDA Jasmiwardi dan Daton Rehan Rahman dari SMA 2 Bukittinggi.
Erman safar (inspektur, red) menyampaikan, HUT ke 78 Republik Indonesia ini harus lebih dimaknai pada mempertahankan kemerdekaan itu sendiri.
Sedangkan penyerahan kendaraan roda dua untuk kendaraan operasional KUA se Kota Bukittinggi dari dana hibah Pemerintahan Kota Bukittinggi serta penyerahan dana CSR pendidikan dari Bank Nagari kepada pemerintahan kota Bukittinggi sebesar Rp 110 juta dan Defiden Tahun Buku 2022 sebanyak 7 miliyar lebih.Pawai Obor Taptu
Sebelumnya, Rabu malam (16/8) telah dilaksanakan pawai obor Taptu dan dilanjutkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) untuk renungan suci demi mengenang jasa para pahlawan republik Indonesia terdahulu.Walikota Bukittinggi Erman Safar tampak hikmat laksanakan renungan suci tersebut, bersama segenap unsur pimpinan kota Bukittinggi kegiatan di taman makam pahlawan kota itu.
Tradisi Malam pawai obor Taptu sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah dicapai, dengan cara melakukan perenungan dan berdoa.
Sebuah peringatan yang tidak hanya sekadar merayakan kebebasan dari penjajahan, tetapi juga momen refleksi dan renungan atas perjalanan panjang bangsa Indonesia menuju kemerdekaan yang seutuhnya.Penurunan Bendera
Editor : Mangindo Kayo