AGAM, Bacalah News – Suasana siang di Sangkir Jorong III, Nagari Lubuk Basung mendadak berubah mencekam, Rabu (1/10/2025) sekitar pukul 12.30 WIB. Asap pekat membumbung tinggi dari sebuah rumah semi permanen milik Aldismawati (49), seorang aparatur sipil negara (ASN) yang tinggal di kawasan tersebut.
Warga berlarian, sebagian mencoba menyelamatkan barang berharga, sebagian lainnya sibuk menyiramkan air seadanya. Namun kobaran api yang begitu cepat menjalar membuat kepanikan semakin menjadi-jadi.
“Awalnya hanya terlihat asap tipis, tidak lama kemudian api sudah membesar dan sulit dikendalikan,” ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian.Tak lama berselang, suara sirine mobil pemadam terdengar. Dua armada dikerahkan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Agam. Dengan sigap, petugas berupaya menjinakkan api yang kian melahap bangunan kayu dan sebagian dinding semen rumah tersebut. Setelah berjibaku selama satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 13.30 WIB.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Agam, Fauzi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya kebakaran yang bisa terjadi kapan saja.“Kami selalu mengingatkan, apalagi di rumah semi permanen dengan banyak material kayu, potensi api cepat membesar sangat tinggi. Syukurlah tidak ada korban jiwa, namun kerugian cukup besar,” ujarnya.Sementara itu, Kepala Bidang Damkar Agam, Eki Marlinda, menyebutkan bahwa kebakaran ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapan menghadapi musibah.“Kerugian diperkirakan mencapai Rp175 juta. Ini bukan hanya soal harta benda, tapi juga trauma yang dialami korban. Kami berharap masyarakat lebih hati-hati, misalnya memastikan instalasi listrik aman dan tidak meninggalkan api dalam keadaan menyala,” jelasnya.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun bagi warga sekitar, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa musibah bisa datang tanpa terduga, bahkan di tengah rutinitas siang yang biasanya tenang. (ANZ)
Editor : Mangindo Kayo