ITULAH ide segar yang kini tengah digarap Rumah Sakit Dr. Drs. M. Hatta (RSOMH) Bukittinggi bersama Pemerintah Kota Bukittinggi. Kota yang selama ini identik dengan Jam Gadang, Ngarai Sianok, dan pesona budaya Minangkabau, sebentar lagi siap menambah satu “menu wisata” baru: Wisata Medis.Bukan sekadar slogan, program ini digagas langsung oleh RSOMH sebagai rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI. Dengan leading sektor dari Direktur Perencanaan Keuangan dan Layanan Operasional RSOMH, Hida Rosa, SE, Ak, M.Si, ide ini disambut hangat oleh jajaran Pemko Bukittinggi.
Mulai dari Wakil Wali Kota Ibnu Asis, Sekdako Rismal Hadi, Plt. Kadinkes Albertiusman, hingga Kepala Dinas Pariwisata Rofi Hendria, semuanya kompak mendukung.
“Wisata medis ini merupakan inovasi yang menggabungkan layanan kesehatan unggulan dengan destinasi wisata kita. Jadi, pengunjung tidak hanya menikmati keindahan Bukittinggi, tetapi juga memperoleh pelayanan medis modern,” ungkap Rofi Hendria dengan semangat, Rabu (1/10/2025).Salah satu bintang layanan yang akan jadi daya tarik adalah Stroke Check Up (SCU). Di tengah gaya hidup serba cepat yang sering bikin tubuh lupa istirahat, SCU hadir sebagai jawaban: layanan deteksi dini stroke yang dirancang cepat, profesional, dan nyaman.
Jadi, bayangkan, setelah menikmati secangkir kopi di lereng Ngarai Sianok, Anda bisa sekaligus mengecek kesehatan pembuluh darah otak. Traveling rasa wellness retreat!Sementara itu, Pemko Bukittinggi juga menyiapkan panggung yang tak kalah penting: revitalisasi destinasi lama, pembangunan spot-spot baru, hingga transportasi wisata yang lebih ramah. Kombinasi ini diharapkan membuat wisatawan merasa aman, nyaman, sekaligus sehat.Tak hanya itu, RSOMH dan Pemko Bukittinggi bersepakat melakukan promosi bersama. Kolaborasi ini bukan main-main, karena mereka ingin Bukittinggi dikenal bukan hanya sebagai kota sejarah dan budaya, tetapi juga sebagai pusat layanan medis unggulan.
“Dengan sinergi ini, RSOMH dan Pemko Bukittinggi ingin menegaskan bahwa kesehatan dan kebahagiaan dapat berjalan seiring, menciptakan pengalaman berbeda dan bermakna bagi setiap pengunjung,” tegas Direktur RSOMH, dr. Yusirwan, Sp.B, Sp.BA (K), MARS.
Jadi, bayangkan skenarionya: pagi hari menyusuri Janjang Seribu, siang foto-foto di Jam Gadang, sore periksa kesehatan di RSOMH dengan fasilitas modern, lalu malamnya menikmati nasi kapau legendaris. Lengkap! Sehat iya, wisata pun puas.Dengan konsep Wisata Medis ini, Bukittinggi bersiap jadi pionir: kota di mana panorama alam, sejarah, budaya, dan layanan kesehatan menyatu. Sebuah kota yang menawarkan pengalaman baru, bahagia sekaligus sehat. (Aa)
Editor : Mangindo Kayo