BUKITTINGGI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi menunjukkan kepedulian lebih dari sekadar donor darah. Di tengah krisis air bersih yang melanda sebagian wilayah Kota Bukittinggi, lembaga kemanusiaan ini tampil terdepan dengan menyalurkan bantuan air bersih secara cepat dan gratis kepada masyarakat.Hal tersebut terbukti pada Selasa (5/8/2025), sebanyak 15.000 liter dan Kamis (7/8/2025), sekitar 24.000 liter air bersih telah disalurkan ke Kelurahan Kubu Tanjung, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), sebuah wilayah yang hingga kini belum menikmati akses air bersih secara memadai.
"PMI merasa terpanggil hadir sebagai garda terdepan dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan, khususnya saat krisis seperti ini. Kami tidak hanya bicara soal darah, tapi menyentuh semua sisi kemanusiaan," ujar Ketua PMI Bukittinggi, H. Chairunnas, saat ditemui di markas PMI Bukittinggi, Kamis (7/8/2025).Menurut Chairunnas, PMI tidak membatasi perannya hanya pada satu aspek, melainkan bertugas membantu masyarakat dalam berbagai kondisi darurat, baik itu bencana, krisis kesehatan, hingga persoalan mendasar seperti air bersih.
Hal ini pun ditegaskan oleh Kepala Markas PMI Bukittinggi, Ahmad Jais, yang menyebutkan bahwa pendistribusian air bersih adalah hasil instruksi langsung dari Pengurus PMI."Sebagai lembaga kemanusiaan, kami selalu siap hadir di tengah masyarakat. Loyalitas terhadap arahan pengurus dan semangat pengabdian menjadi landasan kami dalam bertindak," jelas Jais sembari mengatakan akan menyalurkan bantuan serupa di kawasan Sumur.
Disambut Haru Warga: “Setetes Harapan di Tengah Kekeringan” Bantuan air bersih dari PMI ini disambut haru oleh warga. Salah satunya adalah Hj. Nen, warga Kubu Tanjung, yang menyatakan rasa syukurnya atas bantuan yang sangat dibutuhkan itu."Bantuan ini bagaikan orang kehausan yang mendapat setetes harapan. Hal seperti ini tidak akan kami lupakan," tuturnya penuh haru.
Ia berharap ke depan, PMI maupun instansi terkait dapat terus memperhatikan kebutuhan mendasar masyarakat seperti air bersih, khususnya di daerah-daerah yang belum terjangkau.Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Jon Edwar, turut menyoroti permasalahan krisis air di Kubu Tanjung. Dalam reses masa sidang III tahun 2024/2025 yang digelar di wilayah tersebut pada Minggu (3/8), ia mendengarkan langsung keluhan warga soal akses air bersih yang belum tersedia.
"Wilayah lain di Bukittinggi sudah menikmati layanan air bersih dari PDAM, tetapi di Kubu Tanjung belum. Ini harus segera menjadi perhatian bersama," ujar Jon.Ia menekankan pentingnya koordinasi antara DPRD, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan PDAM untuk mencari solusi konkrit.“Alhasil kita segera berkoordinasi dengan PDAM dan pada, Senin (4/8) bantuan air bersih langsung disalurkan ke daerah ini,” imbuhnya.Langkah cepat dan tanggap dari PMI Bukittinggi ini menjadi bukti bahwa lembaga tersebut bukan hanya bergerak di bidang kesehatan semata, tetapi juga menjadi pelayan sosial yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Berikut Undang-undang nomor 1 tahun 2018 bab V tentang Palang Merah Indonesia pasal 22 diantaranya;- Memberikan bantuan kepada korban konflik bersenjata, kerusuhan dan gangguan keamanan lainnya.
- Memberikan pelayanan darah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan- Melakukan pembinaan relawan
- Melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan kepalangmerahan- Menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan kegiatan kepalangmerahan
Editor : Mangindo Kayo
